Tulisan ini sebenarnya mau saya turunkan setelah postingan cosa tentang Made For Adsense. Beberapa blog bisnis internetpun membahas hal yang sama tentang Made For Adsense yang kata kebanyakan orang website murahan hanya satu lembar halaman yang hanya diisi oleh adsense saja.
Apa yang salah dengan Made For Adsense, kalau diartikan kata made for adsense dengan cara translate goblok artinya "Dibuat untuk Adsense" memang website yang anda (pembenci Made For Adsense) buat tidak untuk keuntungan adsense? Kalau begitu apa yang salah dengan Made For Adsense kalau sama-sama dibuat untuk keuntungan adsense. Yang membedakannya hanya tampilan halaman Adsensennya saja.
Website adsense yang umumnya berisi dari navigasi link, postingan sesuai topik dan google adsense. Semuanya tertata rapih dengan tampilan yang profesional sedangkan Made For Adsense hanya berisi Google Adsense script berjejer dihalaman bagian atas dan tengah untuk kontentnya hanya dibawah itupun sedikit, kemudian pasang bid sekecil-kecilnya via Google Adwords dengan harapan keuntungan yang didapatkan dari selisih today earning yang didapat selisih dengan cost adwords harian. Sedihnya lagi model MFA seperti ini tidak diperbolehkan lagi yang lebih killernya account adsense anda dibanned alias dipecat gak bisa dapat duit lagi dari Google Adsense. Benarkah Website dengan Model Made For Adsense dibanned?
Saya pelaku Made For Adsense, sampai hari ini saya tidak dibanned dan tidak mendapatkan surat peringatan dari Google Adsense Team. Mungkin kalau saya tidak mendapatkan surat peringatan dari Google Adsense team 7 bulan yang lalu website saya sudah dibanned. Jadi website model yang saya sebutkan diatas bisa dibanned? Yah, bisa dibanned untuk kasus sekarang ini.
Solusinya bagaimana?
Rubah tampilan Google Adsense anda, jangan buat mencolok dengan memasang adsense code langsung dihalaman utama bagian atas google adsense isikan dengan artikel sesuai keywords. Pasang link menuju Made For Adsense pages anda, bangun list untuk follow up member. Nalar sendiri yah penjelasan dari saya.Artikel from
www.24cu.com
No comments:
Post a Comment